Pengalaman Di Dunia PerOlimpiadean 2014-2015

December 31, 2015
                Di ujung tahun ini , saya pingin cerita aja pengalaman  di kancah Per-Olimpiadean di musim 2014/2015, dimana saat itu masih kelas 10 dan masih Newbie.*sekarang pun juga..zz
                Stage 1 - hari itu Senin pertama masuk kelas 10, setiap kelas di SMAN 1 Depok, dibagikan kertas pendaftaran untuk mengikuti tes masuk ke eksul Student Club. Dari antara 9 bidang yang ada (Matematika, Fisika, Kima, Biologi, Komputer, Kebumian, Astronomi, Ekonomi, dan Geografi) mata saya tertuju pada  Matematika dan Komputer. Tesnya diadakan hari Jum’at. Setelah 3 hari berpikir keras, saya berjudi dengan memilih Komputer (saya blank sama sekali akan bidang ini). Apakah kita akan ditanya tahun berapa World Wide Web ditemukan? Apa itu Topologi Ring pada jaringan Komputer? Atau sejenisnya. Ternyata tidak sama sekali, pada hari Jum’at paginya, dimana saya telah memutuskan untuk memilih bidang Komputer, saya mendownload soal OSK 2014 bidang Komputer lalu menghapusnya kembali. Tesnya dimulai setelah Shalat Jum’at. Dengan persiapan yang sangat kurang, saya pun menjalani tes itu dengan seadanya. Cuma bisa jawab 50% dari 40 soal itu dan tidak yakin mana yang benar dan mana yang salah, saya pun gak berharap banyak Beberapa hari kemudian, hasil tes pun diumumkan dan saya mendapat peringkat 13 dari 16 siswa yang lolos. Waw…mengejutkan
                Stage 2.1 - Pertemuan pertama Student Club Komputer (SC Komputer), saya diperkenalkan dengan bahasa pemrograman bernama Pascal. Saya mengira tadinya ini akan seperti pemrograman Delphi. Namun saya salah ckck. Di hari itupun saya mengenal yang namanya tokilearning.org yang sekarang sudah mau ditutup R.I.P.. Bulan demi bulan pun berlalu, sekitar bulan November 2014 diadakan Periodic Test 1, untuk mengukur sejauh mana keberhasilan anggota SC , dalam mempelajari bidang kegemarannya masing-masing. Saya mendapat hasil yang menurut saya lumayan. Peringkat 4. Yeay. (sebenarnya peringkat 5, Cuma kordinya gak ikut).
                Stage 2.2 – Liburan semester pun tiba, bermain Point Blank selama seminggu dan gak melakukan apa-apa (read : main laptop ) di Minggu keduanya. Gak terasa liburan berakhir, Periodic Test 2 pun menanti. Sangat disayangkan di saat liburan saya seperti menunda cita-cita  -__-. Ya..apa boleh buat, setidaknya dengan beberapa tidak  mengikut pelajaran sekolah untuk mempelajari soal-soal Informatika tingkat OSK, saya pun telah siap menjalani PT 2. Hari itu pun tiba, saya mengerjakan dengan yakin sekali. Dan hasil akhir : mengecewakan, tetapi tetap bersyukur. Hasil akhir : Peringkat 4. Mengecewakan karena setelah dibahas bersama-sama ternyata banyak kesalahan sepele yang saya lakukan. Bersyukur, karena akhirnya terpilih mewakilih SMAN 1 Depok, untuk mengikuti OSK yang berarti, libur dua hari dari pelajaran sekolah.
                Stage 4 – OSK berlangsung di SMAN 4 Depok. Sekolahnya lumayan jauh. Perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam. Ujiannya dimulai sekitar jam 8, dan berdurasi 150 menit. Saya mengerjakan dari bagian algoritmikanya lalu lanjut aritmatika dahulu, dan kekhawatiran pun muncul, bukan karena soalnya susah , melainkan karena soalnya lebih mudah dari tahun 2014, dan pasti persaingan nilainya akan semakin tinggi, dan perbedaan kesalahan di satu soal dapat membuat banyak perbedaan, dan yang paling penting adalah saya termasuk orang yang kurang teliti (baca : ceroboh).
                Stage 5 – pengumuman OSK pun hadir disekolah dan saya sangat senang mendengar bahwa saya merupakan salah satu yang lolos ke OSP walaupun peringkat saya tergolong bahwa ( 7 dari 10 orang). OSP tahun ini akan diadakan di Purwakarta, yang berarti jauh, yang berarti nginap, yang berarti gak belajar pelajaran sekolah…yeay….Untuk persiapan OSP sekolah saya mengadakan kerja sama dengan SMAN 1 Bogor, untuk mengadakan Pelatihan Bersama dengan Tutor salah satu Alumni SMAN 1 Depok yang cukup hebat(Pelatnas 3 OSN 2012, OSN 2011 lupa ..zz..skip), Pusaka Kaleb Setyabudi atau kami memanggilnya Kak Soko. Sekitar bulan Maret, saya dan perwakilan sekolah pun bertandang ke Purwakarta. Kami menginap ke Purwakarta sekitar 3 hari.
Sehari sebelum perang membela nama Smansa dan kota Depok

Hari pertama tiba, kami cuma refresing dan sedikit mengulang pelajaran. Malamnya, ada beberapa teman yang shalat Tahajjud, (saya gak ikut, karena ngantuk), dan paginya (hari tes OSP) pun saya baru bagun sekitar pukul 6. Yang artinya, telat solat Shubuh. Akhirnya, saya pun tetapi Shalat Subuh dengan niat mengganti pada hari esoknya. Tesnya dimulai sekitar jam 9. Kami pun pergi dari jam 7.30. dan sampai dilokasi jam 7.45. Di sana akhirnya, saya menemukan beberapa orang yang selama ini cuma saya lihat di Facebook. Sebelum tes semuanya disuruh mengisi data diri 2 lembar yang cukup merepotkan karena membuat tangan saya pegal. Setelah itu diadakan sejenis tes IQ sebanyak 30 soal. Main test paper pun tiba, saya membalik soal demi soal, dan langsung drop..__. Saya bingung harus mulai menjawab dari mana. Akhirnya cuma bisa mengerjakan sekitar 25 dari 40 soal aritmatika & algoritmika. Di soal praktek menulis program terdapat 3 soal. Soal pertama cuma menulis gimana cara menukar dua value (mudah). Soal kedua, menanyakan apakah input itu kelipatan 25 atau bukan (tinggal cari ada 25 or 00 or 50 or 75) . Soal ketika, cari himpunan bagian bilangan sedemikian sehingga himpunan bagain itu habis kalau dibagi jumlah seluruh himpunan(hard). Untuk sesi ini bisa 2 dari 3 soal yeay…Tapi tetap saja Overral kemampuan saya masih sangat kurang.
Stage 6 – Setelah beberapa minggu, hasilnya pun tertebak. Saya gak lolos..-_-. (Hhmm…sudah kuduga) .Saya pun mau bunuh diri ,sangat drop, setelah melihat pembahasan soal di internet, banyak dari soal itu sebenarnya saya bisa, hanya salah hitung atau sebagainya. Dan di soal algoritmika saya banyak sekali membuang waktu. Hmm…ya sudah...Berarti harus berjibaku kembali dengan mitokondria, badan golgi, hidrokarbon dan teman-temannya yang lain
Akhir kata, kegagalan bukan lah segalanya, segaknya masih banyak hal yang saya dapat dari perjuangan di OSN yaitu teman, kompetisi, ilmu, DUIT dan lainnya.
Ini pelajaran yang sangaat berharga....Tapi saya masih punya 1 kesempatan lagi,sebelum tingkatan kelas melanggar regulasi. *kelas 12 gak boleh ikut

 IOI Iran 2017   OSN Palembang2016… Go Get Gold